PAPUA BARAT GELAR SOSIALIASI DAN BIMBINGAN TEKNIS PENGINPUTAN INDEKS INOVASI DAERAH TAHUN 2022

"Zoom meeting oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di 12 kabupaten dan 1 kota se-Papua Barat" dok.brida_mediapapuabarat

BridaNews_Manokwari,- Dalam rangka pengukuran indeks inovasi daerah, pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Papua Barat memfasilitasi kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di 12 kabupaten dan 1 kota se-Papua Barat pada Selasa (30/8/2022) secara virtual. Hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi dan bimtek tersebut adalah tim ahli dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Ibu Ristiyan Widiaswati, S.IP dan Bapak R. Kus Yoga Bimasakti, S.STP yang secara umum menyampaikan materi terkait hal-hal teknis penginputan data inovasi daerah dan urgensinya bagi suatu daerah serta juga dukungan dan motivasi atas keterlibatan Provinsi Papua Barat beserta kabupaten/kota di Papua Barat bersama  provinsi dan kabupaten/kota lainnya di Indonesia dalam pengukuran Indeks Inovasi Daerah serta mekanisme pemberian penghargaan kepada kepala daerah terinovatif.

"Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Badan Riset dan Inovasi daerah Provinsi Papua Barat, Haerul Arifin, S.Hut, M.Si" (dok.brida_mediapapuabarat)

Dalam sambutan Kepala Balitbangda yang diwakili oleh oleh Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Haerul Arifin, S.Hut, M.Si menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah dituntut untuk terus melakukan inovasi-inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang sasarannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta bagaimana meningkatkan daya saing daerah. Inovasi daerah merupakan peluang bagi daerah untuk terus berkreativitas dan berkarya untuk melahirkan ide dan gagasan-gagasan konstruktif untuk mendukung kinerja pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah Provinsi Papua Barat serta kabupaten kota di Papua Barat. “Tentunya inovasi daerah tidak hanya berasal dari pemerintah daerah tetapi juga dapat berasal dari inovasi-inovasi yang digagas oleh masyarakat” tegas Haerul.

"Zoom Audency, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di 12 kabupaten dan 1 kota se-Papua Barat" (dok.brida_mediapapuabarat)

Selanjutnya Kepala Balitbangda mengingatkan kembali bahwa berdasarkan data Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri, Provinsi Papua Barat berada dalam kategori provinsi Inovatif, urutan ke-23 dari 34 Provinsi di Indonesia, sementara dari 13 kabupaten/kota, hanya 1 kabupaten yaitu Kabupaten Teluk Wondama yang mencapai kategori “Inovatif”, sementara 12 kabupaten/kota lainnya tergolong dalam kategori daerah yang “Kurang Inovatif” dan “tidak dapat dinilai”. “Ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua baik pemerintah Provinsi Papua Barat maupun pemerintah kabupaten/kota untuk terus berupaya untuk meningkatkan indeks inovasi daerah masing-masing”, jelas Haerul.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Balitbangda berharap agar seluruh kabupaten/kota dapat mengikuti sosialisasi dan bimtek dengan baik dalam rangka mendapatkan informasi serta pengetahuan dalam hal teknis penginputan inovasi dari daerah masing-masing untuk turut serta dalam lomba Innovative Government Award (IGA) 2022 serta bersaing untuk mendapatkan penghargaan kepada kepala daerah yang berinovasi. (al/bridamediapapuabarat)


Banner
Video

September

MINSENSELRAMKAMJUMSAB
28293031123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829301