PESAN MANOKWARI HASIL SIDE EVENT W20 SIAP DIBAWA KE KTT G20 DI BALI

"Bersama Staf Khusus Presiden Bid. Disabilitas, Angkie Yudistia, Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si dan Ketua Kowani Dr. Ir. Iwo Rubianto, M.Pd saat melakukan pose W dalam penutupan event W20 di Manokwari" dok.b

Manokwari,- Side Event W20 keempat yang berlangsung pada 8-9 Juni 2022 di Manokwari telah melahirkan enam pesan terkait pemberdayaan perempuan pedesaan dan disabilitas yang siap dibawa dalam gelaran bergengsi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua Bali. (Jumat, 10/6/2022)

"Ketua dan wakil ketua Event W20 Manokwari saat mendampingi Penjabat Gubernur Papua Barat, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si yang di sambut oleh Perwakilan Kowani Indonesia" (dok.bridamediapapuabarat)

W20 Presidensi Indonesia merupakan forum yang mewakili suara perempuan Indonesia dan membahas isu terkait pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, pertumbuhan inklusif dan Kerjasama perempuan di sektor ekonomi internasional, untuk kemudian didorong dalam komitmen di forum G20. Manokwari yang menjadi salah satu tuan rumah perhelatan Side Event W20 berfokus pada isu pertumbuhan ekonomi yang inklusif untuk membangun ketahanan, dengan fokus pada perempuan dengan disabilitas dan perempuan pedesaan.

"Penyambutan Penjabat Gubernur Papua Barat bersama Kowani oleh penerima tamu, saat memasuki ruang utama pagelaran W 20 di Manokwari" (dok.bridamediapapuabarat)

Dari hasil pertemuan ini, para peserta delegasi yang mengikuti kegiatan secara offline maupun online telah bersepakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral bagi pemimpin dan masyarakat dunia melalui engagement group W20 kelompok negara-negara 20 atau Group 20 tentang perempuan pedesaan dan disabilitas sebagai berikut:

 PESAN MANOKWARI

TENTANG PEREMPUAN PEDESAAN DAN DISABILITAS

(Manokwari Messages on Rural Woman and Disabilities)

Kami para peserta, delegasi dan para pihak yang mengikuti side event Perempuan 20 atau Woman 20 atau disingkat W20 yang berlangsung di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Indonesia pada tanggal 8 – 9 Juni 2022, baik yang hadir secara langsung (off line) dan virtual (on line) bersepakat menyampaikan pesan-pesan moral bagi para pemimpin dan masyarakat dunia melalui engagement group W20 kelompok negara-negara 20 atau Group 20 atau disingkat G20, tentang Perempuan Pedesaan dan Disabilitas: 

Mengingat:  

  • Nilai-nilai kemanusiaan secara universal yaitu keadilan dan kesetaraan yang berlaku pada seluruh umat manusia demi terciptanya perdamaian yang abadi.
  • Bahwa kaum perempuan diciptakan setara dengan kaum pria sehingga tidak ada perbedaan di dalam perlakuan dan kesempatan dalam mencari pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagai seorang manusia.
  • Sebagian besar penduduk dunia termasuk kaum perempuan hidup mendiami daerah pedesaan yang secara ekonomi masih di bawah garis kemiskinan.
  • Kaum perempuan masih sebagai penopang ekonomi keluarga terutama di daerah pedesaan.
  • Perspektif dan kebijakan terkait perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas berbeda antar negara dan wilayah di dunia.

 

Pesan-Pesan Moral:

  1. Mendorong terbentuknya dunia yang damai dan bumi yang layak huni, bebas dari diskriminasi, konflik dan perang serta menyerukan penghentian tindak kekerasan terhadap kaum perempuan, anak dan penyandang disabilitas di berbagai belahan dunia.
  2. Mendorong diberikannya perhatian yang lebih dan adanya kebijakan yang pro kepada peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan disabilitas sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.
  3. Memberikan kesempatan dan akses yang seluas-luasnya bagi perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelayanan dasar (seperti kesehatan dan pendidikan), pelayanan publik dan sumber-sumber pendapatan dan ekonomi dalam rangka kemandirian dan peningkatan kesejahteraan keluarga.
  4. Mempercepat pembentukan kebijakan yang lebih permanen melalui legislasi atau produk regulasi yang melindungi dan meningkatkan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas bagi negara atau daerah yang belum memiliki produk hukum tersebut.
  5. Kami mendukung penuh langkah-langkah konkrit dalam upaya peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas oleh pemerintah masing-masing negara dan daerah sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga, peningkatan sumberdaya manusia dan penyelamatan lingkungan hidup dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
  6. Secara khusus terkait event ini, kami mendukung Kebijakan Negara membangun dari Pinggiran sesuai Visi Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, kebijakan tersebut mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar seperti Pendidikan dan Kesehatan, bagi Perempuan Pedesaan dan Penyandang Disabilitas sesuai semangat Pembangunan Berkelanjutan.

 

"Staf Khusus Presiden Bid. Disabilitas Indonesia, Angkie Yudistia, saat menandatangani deklarasi 'Pesan Manokwari' dan di saksikan oleh Penjabat Gubernur Papua Barat beserta perwakilan Kowani dan forkopimda" (dok.bridamediapapuabarat)

"Penandatangan Pesan Manokwari oleh Penjabat Gubernur Papua Barat" (dok.bridamediapapuabarat)

"Penyerahan Pesan Manokwari oleh Penjabat Gubernur Papua Barat kepada Dr. Ir. Iwo Rubianto, M.Pd selaku ketua umum Kowani" (dok.bridamediapapuabarat) 

Setelah melewati semua rangkaian diskusi oleh para peserta, delegasi dan para pihak yang mengikuti, maka menghasilkan Pesan Manokwari (Manokwari Messages) yang merupakan pesan-pesan moral untuk disampaikan ke seluruh penjuru dunia terkait dengan peningkatan kapasitas perempuan pedesaan dan penyandang disabilitas. Narasi draft Pesan Manokwari ini dibuat oleh Wakil Ketua Panitia Side Event W20 Manokwari Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si, FLS yang kemudian dilengkapi oleh pihak KOWANI serta mendapat persetujuan Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn.) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si. Pesan Manokwari ini merupakan suatu luaran hasil monumental dari Side Event W20 yang bisa diwariskan kepada generasi penerus. Mengingat pesan dan seruan ini tidak hanya terbatas di tingkat lokal, regional maupun nasional, tetapi pesannya harus menggema secara global kerena memiliki nilai-nilai universal bagi umat manusia khususnya kaum perempuan dan penyandang disabilitas.

"Poto bersama Staf Khusus Presiden, Ketua Umum Kowani, Penjabat Gubernur Papua Barat dan Perwakilan Perempuan di Indonesia" (dok.bridamediapapuabarat)

Selanjutnya Pesan Manokwari ini dibacakan saat acara Gala Dinner dan Penutupan Side Event W20 di Aston Niu Hotel Manokwari oleh Perwakilan Cendekiawan Perempuan Papua dari Universitas Papua Ibu Els Tieneke Rieke Katmo SP, M.SI, PhD, yang kemudian ditandatangani oleh perwakilan-perwakilan pemerintah dan para pihak yang hadir dalam side event W20 ini,  diawali penandatanganan yang dilakukan oleh Pejabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si dan diikuti oleh perwakilan lembaga instansi dan organisasi lainnya. Dalam sambutan Pj. Gubernur Papua Barat mengharapkan apa yang sudah sampaikan dan ditanda tangani oleh setiap perwakilan ini menjadi tiupan Angin SAS, “sas adalah sibu-sibu angin selatan yang mulai dari sini, kita sudah mulai membawa sebuah harapan yang sudah disampaikan tadi untuk bisa diolah oleh perwakilan negara-negara G20 dan juga nanti dibawah dalam event-event yang lebih besar lagi” ungkap Paulus Waterpauw. (ars/bridamediapapuabarat)


Banner
Video

Desember

MINSENSELRAMKAMJUMSAB
27282930123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031