"Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pihak YPMAK Mimika" dok.brida_mediapapuabarat
BridaNews_TIMIKA — Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat menyerahkan tiga dokumen laporan kepada Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Hotel Horison Ultima Mimika, Rabu (13/5/2026). Penyerahan dokumen itu menjadi bagian dari penguatan kolaborasi menuju pembentukan SMA Unggulan di Timika.
Tiga dokumen yang diserahkan meliputi Laporan Studi Kelayakan Pembentukan SMA Unggulan Timika beserta executive summary, Master Plan SMA Unggulan Timika beserta executive summary, serta laporan crash program penempatan siswa Amungme dan Kamoro ke sejumlah SMA unggulan di Indonesia. Dokumen-dokumen ini merupakan hasil kegiatan kerjasama yang dilaksanakan pada tahun 2025.

"Kepala Brida Papua Barat bersama Wakil Direktur Bidang Monev YPMAK." (dok.brida_mediapapuabarat)
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala BRIDA Papua Barat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si. Dari pihak YPMAK hadir Wakil Direktur Bidang Monitoring dan Evaluasi Hendhautje Watory, Deputi Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program, serta sejumlah pengurus lainnya. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Papua Barat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, serta akademisi Universitas Papua yang tergabung dalam tim peneliti BRIDA Papua Barat.
Dalam sambutannya, Prof. Heatubun mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari pembaruan progress kerja sama sekaligus bentuk pertanggungjawaban administrasi BRIDA Papua Barat kepada YPMAK. Ia menyebut seluruh dokumen laporan telah final, meski masih ada satu tahapan yang belum terealisasi, yakni konsultasi publik.

"Pertemuan Kepala BRIDA Papua Barat sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Papua Barat, Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut., M.Si. Dari pihak YPMAK hadir Wakil Direktur Bidang Monitoring dan Evaluasi Hendhautje Watory, Deputi Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program, serta sejumlah pengurus lainnya. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Papua Barat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, serta akademisi Universitas Papua yang tergabung dalam tim peneliti BRIDA Papua Barat." (dok.brida_mediapapuabarat)
“Kami juga membutuhkan dukungan dan respons yang baik dari Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan. Jika pemerintah bergerak bersama, maka proses ini akan menjadi lebih baik,” ujar Heatubun.
Ia menjelaskan, seluruh laporan disusun berdasarkan kaidah ilmiah melalui proses pengumpulan data dan wawancara yang melibatkan masyarakat adat, pemerintah, serta berbagai pihak terkait. Menurutnya, dokumen tersebut menjadi peta jalan komprehensif yang disusun BRIDA Papua Barat atas mandat YPMAK dengan dukungan PT Freeport Indonesia sebagai pedoman strategis pengembangan sumber daya manusia di Mimika.

"Penyerahan laporan dari Kepala Brida Papua Barat, Profesor Heatubun kepada Wakil Direktur Bidang Monitoring dan Evaluasi YPMAK, Hendhautje Watory," (dok.brida_mediapapuabarat)
Kepala BRIDA (Plt. Kepala Bappeda) Provinsi Papua Barat juga menyinggung hasil Forum Koordinasi Strategis Percepatan Pembangunan Papua pada 11–12 Mei 2026, di mana para kepala daerah di Tanah Papua menyepakati penguatan Program Prioritas Strategis Bersama menuju Papua Sehat, Cerdas, dan Produktif. Fokus program itu mencakup pendataan sosial ekonomi Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP, sekolah sepanjang hari, beasiswa pendidikan bagi OAP, jaminan kesehatan, serta perlindungan sosial bagi OAP rentan.
Menurut Heatubun, pembangunan SMA unggulan di Timika juga perlu dibarengi dengan penguatan jejaring pendidikan dengan sekolah-sekolah unggulan di luar Papua. Salah satunya melalui pengiriman siswa-siswi dari Mimika untuk melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan lain di Indonesia, sebagaimana yang telah dilakukan di Manokwari.

"Penyerahan dokumen meliputi Laporan Studi Kelayakan Pembentukan SMA Unggulan Timika beserta executive summary, Master Plan SMA Unggulan Timika beserta executive summary, serta laporan crash program penempatan siswa Amungme dan Kamoro ke sejumlah SMA unggulan di Indonesia. Kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pihak YPMAK Mimika" (dok.brida_mediapapuabarat)
“Kami berharap kerja sama dan kolaborasi ini terus terbangun demi kemajuan Mimika dan Tanah Papua,” katanya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Monitoring dan Evaluasi YPMAK, Hendhautje Watory, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat, khususnya BRIDA Papua Barat, yang selama ini mendukung pengembangan pendidikan di Kabupaten Mimika dengan fokus pada masyarakat Amungme dan Kamoro.
Menurut Watory, gagasan pembentukan SMA unggulan di Mimika lahir dari keyakinan bahwa anak-anak Mimika perlu memperoleh akses pendidikan berkualitas sekaligus pembentukan karakter yang baik.
“Bidang pendidikan menjadi perhatian utama kami, terutama pengembangan sekolah unggulan yang nantinya dapat menjadi model bagi pengembangan SMA unggulan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui dana yang bersumber dari PT Freeport Indonesia dan dikelola YPMAK, ribuan anak Amungme dan Kamoro telah menerima beasiswa pendidikan. Program itu terus dievaluasi agar penerima beasiswa mampu mempertahankan capaian akademik sesuai standar yang ditetapkan.
Pada tahap awal, kata Watory, siswa-siswi asal Mimika akan disekolahkan ke sejumlah sekolah unggulan melalui kerja sama dengan BRIDA Papua Barat, termasuk di SMA Taruna Kasuari Nusantara.
“Kami berharap kehadiran SMA unggulan di Timika dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak Mimika,” katanya.
YPMAK, lanjut Watory, berkomitmen terus memperkuat kerja sama dengan BRIDA Papua Barat, termasuk dalam pengembangan Master Plan dan studi kelayakan SMA Unggulan Timika sebagai pedoman strategis pembangunan sumber daya manusia Papua melalui pendidikan menengah berasrama yang berkualitas tinggi. (lb/brida_mediapapuabarat)

